Menurut Lo Whatsapp Story Itu Penting Nggak?

Saat ini nggak cuma Insagram yang menggunakan Story, pasalnya kini aplikasi percakapan Whatsapp pun telah menyediakan fitur siaran video berdurasi pendek, yahh bisa dibilang mirip banget deh sama konsepnya Snapchat. Seperti halnya Snapchat, Whatsapp Story ini bisa lo hias dengan tulisan dan ikon-ikon mencolok. Namun video ini bakal hilang kalau lo udah buat video baru.

Pihak Whatsapp sih menganggap fitur ini bakal bikin pengguna lebih betah dan setia dengan Whatsapp. Tapi ada juga lo masyarakat yang menganggap kalau fitur ini tuh cuma bikin memori tambah berat aja. Udah gitu Whatsapp dianggap tukang ngekor layaknya Instagram dan Facebook. Namun gimana pun juga dalam setiap teknologi pastilah ada sisi positif dan negatifnya. Nah, mending kita langsung kepoin aja yuk sisi-sisi tersebut dalam Whatsaap Story. Well, kita mulai aja dari sisi positifnya!

1. Promosi Bisnis

3

Orang boleh males liat Instagram, Snapchat ataupun Facebook. Akan tetapi mereka enggak mungkin males lihat Whatsapp karena Whatsapp udah jadi pengganti SMS, tempat bagi kita semua berkomunikasi dengan banyak orang setiap harinya. Nah, dengan banyaknya orang yang membuka Whatsapp, maka Whatsapp Story bisa menjadi tempat eksis yang optimal buat lo. Secara psikologis, segaptek-gapteknya orang dan secueknya orang sama pihak lain, dia pastinya bakal iseng memencet tombol status saat lagi buka Whatsapp. Kemungkinan besar akan ada banyak orang yang melihat video lo. So, lo bisa gunakan fitur ini buat promosi diri lo lagi jomblo hehe atau juga lo bisa promosi bisnis. Usahakan rekaman video yang lo buat jangan sampai kabur dan bikin orang mengernyitkan dahi.

2. Bersilaturahim

2

Tadinya lo merasa malas buat bertegur sapa sama teman-teman lo. Soalnya, membayangkan terlibat dalam obrolan panjang ngalor-ngidul enggak jelas di ruang chat itu agak menjengahkan. Udah gitu lo mungkin takut kalau dikira nge-chat karena ada maunya aja, seperti pinjam uang atau menawarkan MLM. Nah, berkat fitur Whatsapp Story ini, lo pun dapat menjalih kembali tali silaturahim dengan kawan-kawan tanpa perlu merasa takut dihakimi atau takut terjebak dalam obrolan garing. Lo bisa mengomentari video-video atau gambar mereka yang ada dilinimasa status. Enak banget kan?

3. Menghapus Kontak Yang Nggak Penting

1

Dengan adanya fitur Whatsapp Story, lo pun jadi rajin menengok linimasa status di Whatsapp. Perhatiin aktivitas narsistik teman-teman lo, mulai dari yang cakep, sampai yang alay dan enggak banget. Lo bakal sadar kalao ada banyak kontak orang enggak dikenal dan enggak penting buat kehidupan lo. Dan entah kenapa mereka juga menyimpan kontak lo. Mungkin lo pernah berurusan dengan mereka saat beli tiket, saat naik ojek atau saat mau ikutan acara seminar.

Banyak diantara kita yang males banget ngelihat aksi narsis orang yang enggak terlalu dikenal. Untuk itu, akhirnya kita memutuskan untuk menghapus kontak-kontak itu. Hal ini cukup menghemat memori ponsel kita, loh.

Meskipun bisa dimanfaatin buat bisnis, ada beberapa hal yang agak negatif kalau lo enggak pintar memanfaatkan Whatsapp Story ini. Apa aja sih hal yang dimaksud?

1. Rentan kepencet

v

Whatsapp udah menjadi bagian dari kehidupan kita, bahkan hampir setiap waktu kita membuka Whatsapp tanpa menutupnya lagi. Enggak masalah sih kalau yang kekirim itu cuma huruf-huruf random dalam grup atau obrolan dengan orang lain. Tetapi kalau yang kepencet Whatsapp Story? Bisa-bisa lo enggak sengaja merekam hal-hal dalam tas lo, komuk lo waktu lagi enggak fit, daleman, bahkan juga aktivitas yang enggak mau lo sebar ke orang lain.

Pasalnya, tombol untuk memulai cerita di Whatsapp tuh ada dua. Sekali kegeser dan kepencet bagian tengah, udah deh kerekam itu aktivitas lo. Belum lagi kalau lo lagi kepo status orang, tombol untuk memulai Whatsapp Story juga ada di sana. So, lo harus berhati-hati ya sekarang saat menggunakan Whatsapp. Pastikan ponsel lo dikunci atau jangan sampai kepencet-pencet saat membuka Whatsapp ya.

2. Kebingungan eksistensial

f

Eksistensi sejatinya sangat dibutuhkan oleh manusia, sebagai bentuk pengakuan terhadap diri mereka sendiri. Nah, salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi itu ya dengan media sosial.

Setelah bosan sama foto-foto, orang pun akhirnya memilih video sebagai cara untuk menunjukkan eksistensi. Dengan fitur video yang enggak bertahan lama kayak Snapchat, orang-orang pun merasa kalau kenarsisan mereka bisa tersalurkan dengan maksimal. Fitur video yang cuma berlangsung beberapa waktu aja macem Snapchat yang kemudian menginspirasi Instagram dan Whatsapp- bikin orang merasa kayak punya channel TV pribadi.

Sayangnya, gara-gara semua media sosial punya fitur video pendek yang enggak abadi ini, orang-orang pun jadi bingung mau bereksistensi di mana. Jadilah ada yang menggunakan semuanya, ngepost hal-hal yang sama dalam akun-akun media sosial yang berbeda. Berlebihan? Iya, kadang ganggu aja sih, enggak di Instagram, enggak di Snapchat, enggak di Whatsapp, liatnya lo lagi lo lagi. Tapi sabar ya, sesungguhnya mereka bukan narsis dan enggak punya malu kok. Mereka cuma bingung aja mau lebih fokus ngeksis di mana.

Kalau buat lo sendiri, fitur Whatsapp Story ini penting enggak? Apa malah bikin lo kesel karena teman-teman lo jadi super pamernya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *